the series of reveries
“…”

Di saat-saat seperti ini lah, ketika isi kepalamu adalah suara yang terdengar paling jelas.

So finally, you can listen to yourself.

Selengkapnya di Breakfast Movie Club.

kapan?

I should start writting on my project.

9gag:

๐Ÿ˜„๐Ÿ’ฐ

well said.

9gag:

๐Ÿ˜„๐Ÿ’ฐ

well said.

!

busyet. gue ababil banget. nulis yang hepi-hepi aja lah, nul.

oke?

,

Apakah kau berani mempertaruhkan ilusi menyenangkan yang sudah kau bangun sedemikian rupa, demi kemungkinan untuk mendapatkan sebuah hadiah bernama realitas, yang juga belum tentu akan kau dapatkan?

sebuah pertanyaan ‘retoris’ untuk diri sendiri.

twentyone

Jadi gue baru saja memasuki usia baru. Tepatnya kemarin, 30 menit yang lalu. Dan disela-sela menunggu mas-mas mekdi nganterin pesanan (sebagai treat gue untukย menraktir diri sendiri), gue kepikiran untuk menulis disini.

21 tahun. Usia bioskop.

Gue sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini, di umur ini. Gila. Dulu pas gue masih SMP, umur 21 itu menurut gue adalah umur yang udah tua banget. Sekarang udah sampai aja gue di umur segini. Berarti gue udah tua.

Dan it hits me ketika di umur segini:

masih banyak hal yang belum gue lakukan;

masih banyak hal yang belum gue capai;

masih banyak hal yang belum gue perbaiki;

masih banyak hal yang belum… kalau dilanjutkan ini tidak akan selesai.

Pokoknya masih banyak.

Dan di awal umur yang sekarang ini, akhirnya gue cuma bisa memulai dengan sebuah kalimat yang selalu gue ucapkan ketika berdoa:

Semoga diberi kemudahan.

Beautiful. :’)
(courtesy of zen pencils: http://zenpencils.com/comic/118-roger-ebert-on-kindness/)

Beautiful. :’)

(courtesy of zen pencils:ย http://zenpencils.com/comic/118-roger-ebert-on-kindness/)